Selasa, 25 Mei 2021

Iya Aku Salah


Kali ini aku tidak akan membela diri, perihal rasa yang sudah jauh-jauh pergi namun entah mengapa tiba-tiba kembali tanpa aku sadari dan tanpa aku ingini. Apakah aku salah?  Mungkin iya aku salah, kepada siapa rasa itu tertuju. seharusnya bukan pada dia yang memang tidak pernah mengharapkan kehadiran dan keberadaan jiwa maupun raga. Tetapi harusnya kepada dia yang bisa menghargai akan adanya eksistensi diri ini. Perihal rasa, aku beranggapan bahwa rasa tidak pernah salah. Iya, tidak pernah salah bahkan, karena ia adalah merupakan salah satu anugerah yang tuhan beri kepada  kita.

Aku salah telah memproklamasikan tentang apa yang selama ini aku simpan baik-baik. Bahkan aku tidak pernah meminta kepada tuhan agar rasa itu menjadi kalimat, yang kemudian keluar menjadi ungkapan yang aku sendiri tidak pernah tau cara nya bagaimana agar ungkapan itu tidak menjadi jurang pemisah antara aku dengan nya. Karena aku  benar-benar tidak ingin hanya gara-gara rasa yang tidak sepatutnya aku miliki pada nya menjadi hancurnya keberlangsungan semesta ku.

Aku terlalu egois bukan? Hanya karena hal sepele yang tidak seharusnya aku lakukan, benteng yang kubangun dengan sekuat tenaga aku hancurkan dalam waktu sekejab mata. Ah memang penyesalan selalu mengahantui dalam hal ini. Tidak bisa terelakkan, yang ada jika hal itu tidak pernah terungkap aku tidak pernah tau bagaimana rasa nya sebuah ekspektasi yang menjulang tinggi yang kemudian aku sudah setengah jalan lalu aku jatuh dari ketinggian itu. Jangan tanya perihal seberapa sakit, yang jelas sakit itu akan sendirinya sembuh seiring berjalannya waktu. Begitu juga rasa itu akan ada masanya kembali ke tempat asal.

Aku akan belajar dari salah ini, belajar bagaimana menjaga rasa yang memang tidak ditakdirkan kepada dia yang kita tuju. Agar semua terlihat baik-baik saja, yang hal itu mengajarkan ku untuk menjadi pribadi yang bertanggung jawab, menerima kenyataan, dan tentu saja sadar akan siapa sebarnya diri ini. Agak sulit memang terlihat baik-baik saja dalam masalah ini, tapi bukankah aku sudah terlatih sejak dulu untuk tidak menampakkan apa yang semesta ujikan?  Iya semoga saja kali ini semesta berpihak pada ku. Supaya jalan yang akan ku tempuh bisa terlewati dengan baik.

Iya benar, bukan semesta nya yang tidak adil tapi  memang kita dituntut untuk bersyukur dan pastinya kuat. Karena dalam berbuat sesuatu ada dua alasan untuk bertahan yaitu memilih melanjutkan perjalanan atau balik kanan.

 

 

Minggu, 25 April 2021

My Proposal Project To God

 Tuhan, kali ini aku benar-benar mengagumi ciptaan mu itu. Begitu indah engkau mengukirnya sampai mata ini tak mampu untuk berhenti menatap. Ada kedamaian tersendiri yang menyelimuti hati. Begitu lurus jalan yang engkau berikan hingga bisa menjadi impian semua orang. Iya semua orang tentu ingin menjadi atau bahkan ingin memiliki. Bagaimana tidak, ciptaan mu itu sungguh sangat terlihat sempurna ketika engkau titipi amanah yang begitu besar bahkan tidak semua orang mampu menggenggamnya.

Tuhan, kali ini aku benar-benar tidak bisa berhenti untuk mengingatnya. Ada rasa nyaman tersendiri walau hanya sekejap melintasi. Aku bahkan tidak mampu menahan pertikaian yang ada didalam diri. Pertikaian yang terjadi karena hati dan pikiran yang tidak searah. Hati menuntutku untuk sadar bahwa  diri ini jauh sekali dengan nya. Sedangkan pikiran menyuruhku untuk bisa terus menggapainya.

Tuhan, kali ini aku benar-benar bingung. Ciptaan mu yang terlampau sempurna itu membuatku enggan untuk menutup diri bahwa aku benar-benar menyukainya. Tidak kah engkau menciptakan cinta itu sebagai rahmat untuk makhluk mu?. Tidak salahkan ketika makhluk mu ini menyimpan rasa khusus kepadanya?. Bukan kah engkau lebih mengetahui nya dari pada hamba mu ini?.

Tuhan, kali ini aku benar-benar tidak ingin mati syahid hanya karena aku tidak meluapkan bendungan rasa ini pada nya. Seperti hal nya yang disabdakan oleh manusia yang paling engkau cintai. Beliau bersabda yang diriwayatkan oleh Al-Imam Al-Khatib Al-Baghdadi bahwa “Orang yang merindu, namun mengekang diri dan menyembunyikan rasa cinta dan rindunya,  itu tergolong sebagai mati syahid”. Walau ada yang mendhaifkan hadis ini seperti Imam Ibnu Al-Qayyim namun juga ada bantahan mengenai hadis ini bahkan sampai mengarang kitab khusus yang berjudul “Dar’u adh-Dahfi ‘An Haditsi Man ‘Asyiqa Fa’affa”. Sehingga menguatkan kevalidan hadis ini. Kitab yang hanya berisi dua puluh pasal mengenai bantahan-bantahan untuk Imam Ibnu al-Qayyim ini dikarang oleh Sayyid Ahmad bin Shiddiq al-Ghumary.

Tuhan, kali ini aku benar-benar menginginkannya. Aku hanya akan berusaha semampuku. Perihal semua nya akan ku serahkan pada mu. Tapi tentunya selain aku berbekal taqwa sebagaimana yang engkau suruh di surah al-Baqarah ayat 197 “Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah taqwa”. maka anugerah mu yang berupa kekuatan harus lah engkau berikan agar aku bisa berjuang hingga garis akhir. Garis akhir yang nantinya akan menentukan semua di masa yang akan datang. Masa dimana aku akan kembali hidup selamanya.

Tuhan, kali ini aku benar-benar ingin memilikinya. Ciptaan mu yang begitu indah itu menuntut ku untuk bisa menjadi lebih dari hari ini. Tidakkah itu baik? Ketika salah satu orang yang engkau kasihi bisa menjalankan peran nya dengan baik. Hanya dia yang mampu membuatku tergerak untuk melupakan kelamnya masa lalu dan beranjak bangun memulainya dari awal. Tidakkah itu baik? Ketika tak ada seorang pun sebelumnya yang bisa melakukan itu.

Tuhan, kali ini aku benar-benar meminta. Bukankah engkau yang menyatakan langsung di surah al-Mukmin ayat 60 yang berbunyi “Berdoalah kepada-Ku, Niscaya akan Kuperkenankan bagimu”. Aku juga telah meminta dengan cara yang telah engkau tetapkan “Berdoalah kepada tuhanmu dengan rendah diri dan suara yang lembut” di surah al-A’raf ayat 55. Dan aku pasti percaya terhadap permintaan ku karena engkau tidak pernah ingkar sebagaimana engkau telah firmankan di surah ar-Rum ayat 6 “(Sebagai) janji yang sebenarnya dari Allah. Allah tidak akan menyalahi janji-Nya, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui”.

Tuhan, kali ini aku benar-benar memohon. Sebagaimana memohonnya Nabi Adam ketika engkau turunkan ke muka bumi lalu engkau kabulkan yang tertera di surah al-A’raf ayat 23. Juga sebagaimana doa nabi Yunus ketika berada didalam perut ikan ada pada surah al-Anbiya ayat 87. Aku tau bahwa dikabulkannya doa diatas tidak lah cepat bahkan begitu lama. Maka tidaklah mengapa karena aku tidak menuntut untuk sekarang namun ketika sudah tepat waktunya. Atau bahkan jika ada delik yang mengatakan bahwa doa diatas adalah doa yang dilantunkan karena kesalahan yang Nabi perbuat. Maka tidaklah mengapa mungkin aku telah bersalah karena menyukai salah satu hamba mu.

Tuhan, kali ini aku benar-benar bermunajat. Semoga bisikan ini bisa langsung sampai kepadamu. Tanpa ada transit sekejap pun di hamparan langit-langitmu Atau bahkan masih dikumpulkan oleh malaikat-malaikat penjaga semestamu. Bisikan di bumi ini pasti bisa menembus langit dan arasy mu sebagaimana telah disabdakan oleh Utusan mu yang mulia kemudian diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Imam Ahmad “bahwa doa orang yang berpuasa tidak akan tertolak dan pintu-pintu langit akan dibukakan”. Demikian permohoan hamba mu, semoga dan semoga bisa terijabah dan terqobulkan. Tiada tempat lain untuk meminta selain kepada engkau yang esa.

Selasa, 20 April 2021

Air Memang Tidak Kuat Namun Ia Mampu Menenggelamkan

  Untuk ku perihal segala rasa yang sedang berlayar namun masih terombang-ambing di tengah samudera, bersabarlah akan ada masa nya ia akan menepi atau bahkan karam di lautan yang tak bertepi. Kita hanya perlu waktu  menunggu ia letih untuk mengarungi luasnya samudera itu yang pada akhirnya akan menyerah karena keadaan yang tidak memungkinkan untuk melanjutkan perjalanan tersebut. Aku tak ingin lagi melihat matahari terbenam di langit yang cerah sehingga membuat senja yang sangat indah namun hanya sesaat, walau aku tau itu  pertanda bahwa semua yang indah hanya akan terjadi dalam waktu yang singkat. Namun alangkah kejamnya aku terhadap diriku ini, aku dituntut untuk menuruti prinsip ku yang keras agar bisa menjaga marwah hidup. Aku lihat kembali langit yang membentang sepanjang bola mata mampu untuk menangkap cerah hari  itu ada yang tak aku pahami dari semua ini adalah mengapa aku harus ada diposisi yang sangat tidak mengenakkan sedang sebelumnya aku masih betah berada di zona nyaman apa salahku..? apakah mungkin ini sebagian dari cara semesta untuk mengujiku ataukah ini bagian dari hukuman yang harus aku terima tanpa harus ada penjelasan terlebih dahulu  sehingga mau tak mau aku harus mengambil apa yang tak harus aku dapatkan. Aku tau dan mengerti bahwa semesta kadang suka bercanda walau kita tak siap dalam mengikuti atau mendengarkan candaan itu. Namun apa boleh buat semesta hanya menjalankan perintah.

Dan untuk kesekian kali nya kini aku merasa dipenjara dan diperbudak oleh perasaan yang kini sedang menyelimuti ku. Jiwa pun terkekang dan tak mampu untuk melawan dan memerangi bak hidupku sedang berada dimasa fatamorgana. Semuanya gelap tanpa seberkas cahaya pun yang menerangi disitulah ragaku dituntut menjadi pahlawan kesiangan untuk menjadikan dunia ku seakan-akan baik-baik saja. Sungguh tidak enak bukan.? Berpura-pura sedang baik-baik saja itu adalah hal yang sangat membosankan bahkan itu adalah hal yang sangat bodoh jika dipikirkan kembali. Lantas mengapa aku harus menjani semua ini. Aku tidak bisa, aku tidak siap. Sejujurnya, aku jika bisa memilih. Maka,  aku akan diam diantara kerumunan orang agar mereka beranggapan sedang tidak terjadi apa-apa dengan diriku yang sekarang. Dan tentunya aku bisa menjalani misi pahlawan kesiangan yang di ajukan ragaku untuk menenangkan kekacauan yang sedang melanda di sekujur hidupku. Walau pasti akan ada sesuatu yang harus aku korbankan

Namun belakangan ini hatiku memaksa nalarku untuk berfikir keras perihal aku dan kehidupanku selanjutnya apakah harus menjadi objek sengsara ataukah menjadi subjek dari sengsara tersebut. Lagi dan lagi perperangan antara otak dan hatiku mulai memanas. Otakku menyuruh untuk menjadi bagian dari subjek sengsara dalam artian aku lah yang harus membalaskan dendam pada mereka-mereka yang pergi tanpa meninggalkan jejak memori. Tapi dengan bijaknya hatiku menasehatiku untuk tidak berada diantara kedua nya dia bilang itu salah kau tidak harus bagian dari itu masih ada cara lain untuk mereka agar bisa merasakan apa yang kau rasakan dulu. Memang benar apa kata hatiku tapi disisi lain otakku menolak pemahaman akan hal itu dia bilang ingat dulu bagaimana mereka memperlakukan mu secara biadab tanpa memikirkan keadaan mu saat itu dan kau harus buat mereka merasakan apa yang kau rasakan bukankah itu sebagian dari hukum alam lantas apa yang membuat kau ragu tentang apa yang telah aku sampaikan ingatlah mereka tak akan pernah jera jikalau engkau tidak memberikan pelajaran akan perihnya ditinggalkan.

Kali ini aku benar-benar diuji keimanan ku seakan-akan mengobrak-abrik keyakinan yang sudah lama tertanam didalam dada. Mau tak mau aku harus menentukan tentang apa yang harus aku pilih. Namun aku masih punya hati nurani yang memang ia selalu ada untuk menunjukkan jalan yang terbaik kedapannya. Tapi tak apalah untuk saat ini aku lebih memilih untuk mengikuti nalarku. Akan ku coba apakah ia menjalankan tugas dengan baik  atau bahkan sebaliknya yang jelas haruslah aku menjadi orang yang lebih baik dari hari ini.

Dan kembali lagi untuk rasaku yang memang masih tidak menemukan daratan untuk berlabuh dikarenakan kuatnya ombak dan badai. Biarlah akan aku tunggu karena tentulah badai pasti berlalu dan setelah itu akan ada pelangi yang akan melingkari sebagian langit biru. Untuk sekarang aku akan pergi maka teruntuk engkau berkelanalah semau mu mengembaralah sejauh mungkin nanti akan tiba masa nya aku kembali dan  akan menjemputmu. Yang tentunya ketika aku kembali nanti aku bukanlah aku yang dulu namun aku adalah aku yang baru

Air hanya perlu waktu untuk melubangi batu yang keras dan itu tidak akan lama selagi masih ada sepercik keyakinan yang dikubur bersama usaha yang tak terhenti ditengah perjalanan. Ingatlah air itu memang tidak kuat namun ia bisa meneggelamkan.  

Sabtu, 10 April 2021

Loving Isn't About Owning


Tidak ada yang bisa menyalahkan tentang semua yang telah terjadi. Karena konsep kebetulan itu tidak pernah benar-benar ada. Bukan kah semua nya sudah tertulis dengan rapi tanpa ada kesalahan. Lalu mengapa kita harus saling menyalahkan atau menyesali sesuatu yang memang menjadi bagian dari hidup kita.

Kesalahan yang dilakukan bukan lah menjadi aib bagi pelakunya. Bukan kah itu menandakan bahwa dia benar-benar manusia yang telah menyandang titel salah dan pelupa sejak dahulu kala. Jadi tidaklah itu menjadikan beban yang perlu dipikul melainkan hanya sebagai pengingat agar kita tidak masuk lagi kedalam jurang yang sama.

Memang  berhati-hati adalah jalan tengah dari mencegah sesuatu yang tidak dinginkan terjadi. Maka dari itu dalam segala hal baik kita harus benar-benar teliti, termasuk dalam urusan mencintai sesuatu. baik itu materi maupun non-materi. Karena ada banyak hal di dunia ini yang kita cintai namun tidak pernah bisa kita miliki. Iya, kita  hanya bisa menikmati nya dari jauh dan tentunya dalam diam.

Puncak tertinggi dari sebuah cinta adalah ketika kita bisa mengikhlaskan. Karena dalam sebuah cinta ada satu hal yang pasti terjadi yaitu meninggalkan atau ditinggalkan. Oleh karena itu kita tidak bisa berharap lebih terhadap sesuatu. Dan harus juga menyadarkan diri bahwa tidak ada yang  abadi kecuali yang menciptakan keabadian itu sendiri.

Jadi kita harus membiasakan diri bahwa memang dunia bukan lah tempat yang benar-benar adil untuk mencari keadilan apalagi untuk sekedar hidup. Kita tidak bisa membantah hak preogratif tuhan dalam kebelangsungan semesta ini. Sekali lagi karena semua ini telah ada jalan nya masing-masing. Lalu kita dituntut untuk melewati jalan tersebut hingga garis finish.

Tidak gampang akan tetapi tidak ada salahnya bukan berusaha semaksimal mungkin untuk melaluinya. Mengenai hasil biarlah itu menjadi rahasia semesta. Rahasia yang nantinya akan membuat kita menjadi orang yang lebih baik lagi dalam menentukan segala sesuatu. Maka dari itu bertahan lah dan kita akan menikmati hasil yang kita harapkan.

Kamis, 08 April 2021

How If I Say That I Love You...?

 

Actually, I've been hiding it for a long time, at first I thought I would be able to endure and hide all this. However, like a wound that has been left on to an infection, this feeling that you never knew has turned into a disease that must be healed quickly.

Sorry but I can't, I can't keep watching that smile that is the best decoration on your face. I couldn't keep hearing the voice I wanted to bring home. I can't keep looking at you anymore because if it continues, it's harder for me to kill this feeling.

What used to be fun is now getting heartbreaking. These hopes and waits are getting exhausted and you, Just enter into the most painful impossibility.

Don't ask me to wait if all the promises you know are just a pile of inanimate objects. Don't ask me to come here if you can't appreciate my feelings.

Let me go home. Why? Because what if I say that I love you?

Will you answer with the answer I expect? Or even the answer that has made me afraid to ask you directly?

What if I said that never a day goes by without trying to get rid of these feelings and failing.

The answer is always no right? the answer is always someone else, right.? the answer is never me, right?

I wan’t not to love you, but there are the reality.

Jumat, 22 Januari 2021

Bolehkan kita berteman.?!

 

Bolehkan kita berteman........?

Hanya untuk sekedar mengenal tentunya bolehkan? Bukannya manusia itu diciptakan untuk saling  kenal mengenal satu sama lain.? As allah said in surah Al Hujarat ayat tiga  belas. Nabi pun tidak memberikan syarat dan kriteria khusus jika ingin berkenalan and make friend relationship. Aku hanya ingin berteman saja kok, bukannya salah satu tips menambah keberkahan umur dan rezeki itu saling menjaga silaturahim antara sesama muslim sebagaimana yang  diriwayatkan Oleh Imam Muhammad Bin Ismail Bin Ibrahim Bin Al-Mughirah Bin Bardizbah Al-Bukhari dalam kitabnya Al-Jami’ Al-Musnad Al-Mukhtasar Min Umuri Rasulillah Wa Sunanihi Wa Ayyamihi. The number one kitab hadist of the sixth. I think eveybody knows about it including you.

Apa hanya karena perbedaan yang mendasar atau hanya karena perbedaan about life and living membuat sesorang enggan untuk berteman? Bukankah ada mahfudzat “man thalaba akhon bila ‘aibin fayabqo bila akhin” barangsiapa yang mencari saudara tanpa aib satu pun maka ia tidak akan pernah bersaudara. Aib disini yah bisa dimaknai dengan segala kekurangan yang ada pada manusia. My point of view kekurangan dan kesalahan who’s done by human  bukanlah sebuah hal yang membuat derajat manusia rendah melainkan it’s a sign that  they’re the ordinary human. Iya manusia bukan malikat yang tidak pernah berbuat salah dan dosa. Tidak ada ceritanya bukan bahwa the angles done a false. Walau malaikat juga pernah saat itu  pernah ditegur oleh allah karena memberikan argumen tentang penciptaan khalifah fil ard dalam surah al baqarah ayat 30.

Iya aku memang ingin berteman namun tentunya tanpa paksaan. Walau somehow paksaan is way which has to do  ketika ingin berbuat kebaikan. Namun aku tidak serendah itu, surely i had no other aim that it will be a reason for us broken  (friend relation) in future. Namun yang menjadi alasan terkadang manusia ingin berteman adalah sifat insecure with their selves. Tidak bisa dinafikan memang hal itu sudah mendarah daging although not everyone like those ada mungkin just a little bit.

Somehow people realize who is’em dan dengan siapa dia berhadapan. I think those are the principle maybe. Yah emang aku termasuk dalam hal itu. Segan kata yang pantas disimpan di hati but acted by our body. Aku sudah terbiasa dengan kata menyadari dan itu menjadi penghalang terbesar saat wants to know somebody. namun kali ini bisa bukan hanya sekedar mengenal lalu ketika bertemu bisa menyapa. Tidak muluk-muluk kok yang ingin aku capai, Itu lebih dari  sekedar cukup even more from enogh. Perihal nantinya kita  bisa share what we have either our knowledge or anything else. Above all something which has feedback for us.

Sekali lagi kalau itu dikaitkan dengan agama kita tentu hal itu sudah mengantarkan kita ke surga bukankah begitu? Dan kita akan termasuk sebaik-baiknya manusia sebagaimana surah Ali-‘Imran ayat 110. Iya kita masih mendapatkan feedback ketika ta’muruna bi al-ma’ruf dan mencegah perkara mungkar bahwa yang paling penting disitu adalah iman kepada allah for sure kita sama-sama dalam agama yang benar-benar di ridhai oleh Allah al qur’an surah ali-‘imran ayat 19. May us be what i write above ketika memang allah menakdirkan kita untuk berteman.

Sungguhpun jika memang nantinya Allah tidak menakdirkan kita bertemu dan tidak berada dalam fase teman maka tidak lah mengapa. Allah tau mana yang baik dan tidak nya for my life in future, believing Qur’an surah Al-Baqarah ayat 216. Tidak salah bukan untuk bermimpi become your friend, kalaulah you blame it, it doesn’t matter. tapi bukan nya takdir tentang kehidupan kita have been available jauh  sebelum we created. penjelasan itu kan ada di kitab Daqaiqul Akhbar Fi Dzikri al Jannati wa Naari karangan Imam Abdurrahim bin Ahmad Al-Qodhi. Terlpas dari semua itu mungkin allah sedang prepare other person for replacing your position. Ah iya we’ve to husnudzon ke allah. No other one place bergantung kecuali pada nya. And no other place to having hope but him. Ya karena kalau ke manusia kebanyakan jauh from what we expect. Manusia lemah maka dari itu  tidak bisa menjadi tempat untuk berharap he don’t have a power to  make the dream comes true without allah related with Qu’ran surah an nisa ayat 28. 

Dengan ini i will pray for this  being a  way to make us meet in good condition and also in friend relation. If it were only my daydream maka sudah kan ku kembalikan semuanya kepada maha diatas maha segalanya. It’s not good for asking and judging something hanya karena our big dream yang allah lihat itu akan make us worst later. We’ve to menguatkan dan memantapkan hati bahwa everyhing about us udah ada yang manage. for sure manage to our goodness weither life nor the way life.

 

 

 

 

 

 

 

 

Kamis, 14 Januari 2021

Sudahkah Kita Bersyukur Hari Ini...?

 



Daily Ayat and Hadist

SUDAHKAH KITA BERSYUKUR HARI INI..?


وَسَنَجْزِى ٱلشَّٰكِرِينَ

Dan kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur. (QS. Ali Imran 145)

قَا اللهُ تَعَالىَ : يَاابْنَ اَدَمَ, اِنَّكَ مَاذَكَرْتَنِى شَكَرْتَنِى, وَاِذَامَانَسِيْتَنِى كَفَرْتَنِى (رواه الطبرانى عن ابى هريرة)


Artinya: “Allah berfirman dalam hadits qudsi-Nya: “wahai anak Adam, bahwa selama engkau mengingat Aku, berarti engkau mensyukuri Aku, dan apabila engkau melupakan Aku, berarti engkau telah mendurhakai Aku!”. [H.R Thabrani]


Bersyukur merupakan cara untuk menerima semua yang telah Allah berikan kepada kita sejak mulai menghirup udara pertama di bumi. Tidak ada cara lain agar Allah menambahkan nikmat kecuali kita mensyukuri karunia nya yang terlampau banyak dan tidak bisa kita hitung. Sebagaimana Allah menyindir kita 31 kali di Surah Ar-Rahman  Fa-biayyi alaa'i Rabbi kuma tukadzdzi ban itu adalah bentuk kode keras dari pencipta alam semesta bahwa manusia kurang bersyukur atas nikmat yang telah diberikan.


sungguh lah kita harus bersyukur jika tidak Maka sesungguhnya kita telah mendurhakai Allah sebagaimana hadis Qudsi yang di riwayatkan oleh imam Thabrini diatas dan jika kita termasuk orang-orang yang bersyukur maka sesungguhnya Allah akan memberi balasan berupa pahala yang bisa mengantarkan kita ke surga-Nya. 
Salah satu cara nya yaitu kita harus melihat ke atas (orang yang lebih dari kita baik itu berupa materi maupun non materi) untuk menjadikan kita lebih baik dan harus juga melihat kebawah (orang yang kurang dari kita baik materi maupun non materi) tentunya agar kita bisa bersyukur bahwa masih banyak manusia di muka bumi ini yang jumlah kenikmatan nya di bawah kita.


Mari Berdamai

Sebagai manusia pada umumnya. Tentu masalah akan selalu menerpa dengan sekuat yang ia mampu. Tidak lain tujuannya adalah untuk merasuki jiwa...