Senin, 17 Agustus 2020

Sebelum bersabar biasakan sadar


     Mengharapkan dan selalu membayangkan seseorang yang memang jauh dengan kita, jauh dari segala hal adalah obat dari rasa kecewa yang memaksa kita untuk tetap memiliki. Tidak mengapa bukan mengagumi dan juga tidak salah juga kan untuk sekedar suka dari kejauhan. Takut untuk menerima kenyataan..? jelas tidak. Bukan nya tidak mau berusaha untuk tetap mengejar tapi bukankah lebih baik sebelum bersabar kita harus membiasakan sadar dan menyadari akannya jauh nya diri kita.

  Perihal rasa yang menggebu biarlah perlahan terbakar dan menjadi debu. Memusnahkan sesuatu yang memang bukan hak kita akan menjaga jiwa kita yang lemah menjadi aman dari segala rasa yang tidak baik untuk dirasa. Untuk itu cobalah lihat keluar sana mungkin takdirmu yang lebih baik ada diantara cobaan yang telah dipersiapkan terlebih dahulu.

     Bukankah masih banyak mereka yang berhamburan dibalik keabadian ini. Maka janganlah berkecil hati akan semua yang pernah engkau lewati dengan keterpurukan. Jadikan itu sebagai penyemangatmu untuk tidak lagi berada di zona yang tidak pantas untuk engkau diami. Sungguh sekalipun engkau memaksakan kehendak untuk tetap diam bukankah akan tersingkirkan oleh kejamnya takdir yang membelitmu.

 Lihat lah kembali kesekelilingmu, sejauh mana engkau telah menjelajahi permukaan bumi yang telah dihamparkan untukmu. Masih banyak bukan yang belum engkau pijaki. Bukankah tuhan mu menyuruh engkau untuk menjelajahi luasnya bumi ini agar bisa mengambil pelajaran dari orang-orang yang terdahulu.

     Jika bukan di bumi yang engkau pijak sekarang maka mungkin takdir baik mu ada di belahan bumi yang  belum pernah engkau sentuh. Tahan dirimu agar bisa memalingkan segala yang membelenggu selama engkau menghirup udara gratis ini. Ingatah  perjalanan mu masih membentang disegala sisi. Kubur rasa inginmu dalam-dalam supaya  engkau cepat  bangkit dan mulai kembali berbenah diri dari hantaman keras yang sudah menabrak dan merobohkan sebagian jiwamu.

      Bangunlah dan tata lagi jiwamu yang sudah hampir hancur. Berbenahlah kembali jangan biarkan dirimu kalah oleh ego  yang selalu menghantuimu untuk berhenti dan kembali ke dirimu yang dulu. Bukankah engkau  hidup di masa ini. Melangkahlah kedepan jangan sesekali engkau takut menghadapi kenyataan.

   Tetaplah engkau seperti apa yang telah engkau rasakan sekarang. Mungkin agak berat rasa yang engkau alami, namun bukankah engkau dilahirkan  untuk ini. Janganlah sesekali melihat kebelakang teruslah melangkah maju lupakan semua  yang berlalu.

    Biarkan semuanya mengalir yang akan terus pergi hingga arah yang  telah ditakdirkan untuk berhenti. Dan jangan lupa sebelum bersabar lebih baik mebiasakan sadar. Percayalah engkau  akan baik-baik saja.

Mari Berdamai

Sebagai manusia pada umumnya. Tentu masalah akan selalu menerpa dengan sekuat yang ia mampu. Tidak lain tujuannya adalah untuk merasuki jiwa...