Sebagai manusia pada umumnya. Tentu masalah akan selalu menerpa dengan sekuat yang ia mampu. Tidak lain tujuannya adalah untuk merasuki jiwa-jiwa manusia yang lemah agar tumbang dan enggan kembali melanjutkan hidupnya. Meskipun demikian tidaklah menjadi persoalan serius untuk menyikapi fenomena itu. Sebab yang perlu kita lakukan adalah dengan mencoba melewati. Perihal teratasi maka kita harus sadar bahwa manusia hanya dibekali kekuatan bukan pengabulan.
Maka langkah
selanjutnya adalah manusia harus bisa merogoh beberapa keegoannya untuk
menjalin kembali hubungan dengan entitas tertinggi. Secara tidak langsung manusia
dituntut agar mengakui sisi kelemahan yang dia miliki. Memang sebaiknya sisi
kelemahan yang tertanam hendaklah tidak dipertontonkan kepada manusia lainnya. Jika
hal itu sudah terjadi, maka manusia itu harus dapat menyumbat lubang-lubang itu
secara perlahan dengan sesekali menunjukkan jika ia telah terbebas dari belenggu
itu.
Memang dalam
beberapa persoalan manusia tidak memerlukan pertolongan ghaib. Karena saat itu ia
sedang diuji seberapa kuat energi yang telah diberikan digunakan dengan baik. Wajar
saat yang ghaib itu ingin melihat apakah sia-sia atau tidak anugerah yang masih
dilekatkan hingga sekarang. Kemudian tidak lupa pula jika terkadang ia ingin
manusia terus memaksa. Adapun penyebabnya adalah ia ingin selalu diingat bahwa hanya
kepadanya lah semua kembali.
Dengan segala yang dilimpahkan itu. Jadi hendaklah manusia berdamai dengan keadaan. hanya dengan cara itu manusia akan bisa menerima segala skenario yang dijalankan oleh malaikat atas perintah ghaib itu. Tentu saja ini semua merupakan dinamika yang harus manusia lewati.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar