Selalu ada cara takdir mempertemukan. Begitu
juga untuk memisahkan. Kita hanya perlu bersabar dan mengikhlaskan mengenai
skenario yang didalam nya kita menjadi aktor utama. Bersabar ketika masih belum
dipertemukan dan mengikhlaskan ketika memang dituntut untuk berpisah. Atau
bahkan ketika takdir berbicara lain, Ia tidak mempertemukan juga tidak
memisahkan. Maka tuhan ciptakan kata sabar adalah untuk menguji manusia untuk
bisa mengikhlaskan dan menyimpan ikhlas di hati manusia untuk bisa bersabar
akan apa yang menjadi bagian dari hukum semesta. Karena sejatinya tidak akan
pernah ada yang abadi di tempat persinggahan ini.
Untuk itu jangan pernah risau perihal
ketentuan ini. Semesta tau tentang keinginan mu yang begitu besar untuk bertemu
dengannya. Ia juga tau bahwa kau bukan hanya sekedar ingin melihat senyumnya. Tetapi
juga ingin membawa pulang suaranya, suara yang membuat mu lupa akan kejamnya
dunia. Bahkan semesta juga tau bahwa engkau ingin memiliki dan menjadikan nya
sebagai surga bagi anak-anakmu. Iya, semesta sudah tau jauh sebelum engkau bisa
melihat betapa luasnya langit biru. Mungkin bagi mu dia yang terbaik setelah
sekian jauh jalan yang telah ditempuh untuk mencari penyempurna separuh agama. Akan
tetapi sudah ada seseorang yang telah dipersiapkan oleh semesta dan dia adalah
orang yang paling terbaik untuk kau jadikan seorang yang “Qurruta ‘a’yun” di
kehidupanmu.
Tuhan selalu mempunyai rencana lain untuk
membuat hambanya semakin bersyukur dengan segala nikmat yang tidak ada hentinya
menyelimuti. Perihal dia yang telah pergi, mungkin itu bagian dari rencana tuhan,
rencana yang nantinya membuat mu lebih kuat dalam menerima realita hidup yang
tak melulu berpihak pada dirimu. Dia mengajarkan mu untuk bisa berdamai dengan
keadaan yang tidak selalu membela kesalahanmu. Maka tetaplah melangkah maju
walau berbeda arah, biarkan dia menjadi patah hati terhebatmu yang kemudian
nantinya menjadi awal dari kebahagiaan mu yang baru.
Karena hidup adalah tentang bagaimana engkau
melangkah kedepan, yang telah berlalu biarkan ia menjadi penerangmu dalam
gelapnya dunia yang akan datang. Pasti akan ada limpahan kecewa yang mendera, ambillah
yang baik dan simpan ia sebagai pelipur lara. Tidak ada gunanya menyesali
yang terjadi jarang ada kesempatan kedua
untuk memperbaiki semesta tidak sebaik itu pada engkau yang selalu mengeluh. Jadi
bersabarlah semua akan indah pada saat nya.