Minggu, 30 Mei 2021

Biarkan Takdir Menyelesaikan Sendiri Tugasnya

 

Selalu ada cara takdir mempertemukan. Begitu juga untuk memisahkan. Kita hanya perlu bersabar dan mengikhlaskan mengenai skenario yang didalam nya kita menjadi aktor utama. Bersabar ketika masih belum dipertemukan dan mengikhlaskan ketika memang dituntut untuk berpisah. Atau bahkan ketika takdir berbicara lain, Ia tidak mempertemukan juga tidak memisahkan. Maka tuhan ciptakan kata sabar adalah untuk menguji manusia untuk bisa mengikhlaskan dan menyimpan ikhlas di hati manusia untuk bisa bersabar akan apa yang menjadi bagian dari hukum semesta. Karena sejatinya tidak akan pernah ada yang abadi di tempat persinggahan ini.

Untuk itu jangan pernah risau perihal ketentuan ini. Semesta tau tentang keinginan mu yang begitu besar untuk bertemu dengannya. Ia juga tau bahwa kau bukan hanya sekedar ingin melihat senyumnya. Tetapi juga ingin membawa pulang suaranya, suara yang membuat mu lupa akan kejamnya dunia. Bahkan semesta juga tau bahwa engkau ingin memiliki dan menjadikan nya sebagai surga bagi anak-anakmu. Iya, semesta sudah tau jauh sebelum engkau bisa melihat betapa luasnya langit biru. Mungkin bagi mu dia yang terbaik setelah sekian jauh jalan yang telah ditempuh untuk mencari penyempurna separuh agama. Akan tetapi sudah ada seseorang yang telah dipersiapkan oleh semesta dan dia adalah orang yang paling terbaik untuk kau jadikan seorang yang “Qurruta ‘a’yun” di kehidupanmu.

Tuhan selalu mempunyai rencana lain untuk membuat hambanya semakin bersyukur dengan segala nikmat yang tidak ada hentinya menyelimuti. Perihal dia yang telah pergi, mungkin itu bagian dari rencana tuhan, rencana yang nantinya membuat mu lebih kuat dalam menerima realita hidup yang tak melulu berpihak pada dirimu. Dia mengajarkan mu untuk bisa berdamai dengan keadaan yang tidak selalu membela kesalahanmu. Maka tetaplah melangkah maju walau berbeda arah, biarkan dia menjadi patah hati terhebatmu yang kemudian nantinya menjadi awal dari kebahagiaan mu yang baru.

Karena hidup adalah tentang bagaimana engkau melangkah kedepan, yang telah berlalu biarkan ia menjadi penerangmu dalam gelapnya dunia yang akan datang. Pasti akan ada limpahan kecewa yang mendera, ambillah yang baik dan simpan ia sebagai pelipur lara. Tidak ada gunanya menyesali yang  terjadi jarang ada kesempatan kedua untuk memperbaiki semesta tidak sebaik itu pada engkau yang selalu mengeluh. Jadi bersabarlah semua akan indah pada saat nya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mari Berdamai

Sebagai manusia pada umumnya. Tentu masalah akan selalu menerpa dengan sekuat yang ia mampu. Tidak lain tujuannya adalah untuk merasuki jiwa...