Membuang-buang waktu untuk selalu mencari tahu
akan dirinya adalah sesuatu yang mungkin aneh untuk didengar. Namun nyatanya
begitulah jika engkau sedang dirundung rasa ingin tahu lebih dalam terhadap
sesuatu yang engkau sendiri ingin memillikinya. Tapi tidak kan itu perbuatan
yang sia-sia.? Atau bahkan perbuatan yang sangat bodoh. Kurasa tidak
demikian orang yang beranggapan demikian
adalah orang yang belum pernah merasakan hal yang sama. Ia belum pernah berada
di posisi yang sedang engkau alami.
Tenang lah ada banyak orang di luar sana yang
senasib dengan mu dalam hal menyimpan secercah keinginan pada seseorang yang
sangat di impikannya. Namun untuk selalu berharap tanpa henti bukan lah sesuatu yang baik. Karena pada
dasarnya hanya orang-orang yang tidak yakin terhadap apa yang tuhannya suruh. Tidak ada tempat berharap
kecuali hanya pada diri-Nya. Boleh berharap kepada sesama manusia melainkan
hanya sedikit saja. Yang pada intinya manusia hanya bisa berencana dan berusaha
selebihnya tuhanlah yang bertindak untuk memberi yang terbaik bagi orang-orang
itu.
Engkau sedang berada dalam titik dimana
kisahmu akan segera berakhir setelah engaku tahu bahwa memang tidak baik
menaruh harapan kepada sesama makhluk yang diciptakan dalam keadaan lemah.
Lemah dan tak berdaya tapi ada dari mereka yang benar-benar mecoba untuk kuat
untuk melawan takdir. Iya mereka hanya berusaha untuk kuat. Orang-orang yang kuat menurut Insan Kamil adalah
orang yang mampu menahan amarah. Selebihnya yaitu orang yang kuat adalah menang berperang melawan
hawa nafsu.
Tundukkan lah kepalamu sejenak dan coba engkau
fikir kembali tidakkah mengharap sesuatu yang tidak pasti adalah perbuatan
sia-sia. Buanglah rasa itu campakkan sejauh mungkin sampai engkau tidak mampu
menggapainya lagi. Engkau terlalu lemah hanya untuk menahan pedihnya harapan
itu. Sudahlah masih banyak bukan orang diluar belahan bumi disana yang mungkin
butuh untuk engkau kuatkkan saat mereka
lemah sepertimu. Bukan kah engkau
orang yang hebat dalam hal itu.?
Tegakkan lah kepala mu ceritakanlah kepada
penghuni langit bahwa dirimu baik-baik saja. Walau sebenarnya engkau sedang
rapuh, sangat rapuh sekali. Ceritakan juga pada penghuni langit bahwa engkau
akan berjanji untuk tidak lagi menyimpan
harapan lagi selain pada-Nya. Tengadahkan tangan mu sejenak angkatlah
dan meminta lah engkau untuk diberi
kekuatan agar bisa melawati semua
yang telah dipersiapakan padamu.
Sebenarnya engaku tidak pernah kehilangan
karena sejatinya engkau tidak pernah memilikinya. Ingatlah hidupmu terlalu singkat
hanya untuk sekedar berharap kepada seorang yang tidak pernah menganggap mu ada.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar