Mengharapkan
dan selalu membayangkan seseorang yang memang jauh dengan kita, jauh dari
segala hal adalah obat dari rasa kecewa yang memaksa kita untuk tetap memiliki.
Tidak mengapa bukan mengagumi dan juga tidak salah juga kan untuk sekedar suka
dari kejauhan. Takut untuk menerima kenyataan..? jelas tidak. Bukan nya tidak
mau berusaha untuk tetap mengejar tapi bukankah lebih baik sebelum
bersabar kita harus membiasakan sadar dan menyadari akannya jauh nya
diri kita.
Perihal rasa yang menggebu biarlah perlahan terbakar dan menjadi debu. Memusnahkan sesuatu yang memang bukan hak kita akan menjaga jiwa kita yang lemah menjadi aman dari segala rasa yang tidak baik untuk dirasa. Untuk itu cobalah lihat keluar sana mungkin takdirmu yang lebih baik ada diantara cobaan yang telah dipersiapkan terlebih dahulu.
Bukankah masih banyak mereka yang berhamburan dibalik keabadian ini. Maka janganlah berkecil hati akan semua yang pernah engkau lewati dengan keterpurukan. Jadikan itu sebagai penyemangatmu untuk tidak lagi berada di zona yang tidak pantas untuk engkau diami. Sungguh sekalipun engkau memaksakan kehendak untuk tetap diam bukankah akan tersingkirkan oleh kejamnya takdir yang membelitmu.
Lihat lah kembali kesekelilingmu, sejauh mana engkau telah menjelajahi permukaan bumi yang telah dihamparkan untukmu. Masih banyak bukan yang belum engkau pijaki. Bukankah tuhan mu menyuruh engkau untuk menjelajahi luasnya bumi ini agar bisa mengambil pelajaran dari orang-orang yang terdahulu.
Jika
bukan di bumi yang engkau pijak sekarang maka mungkin takdir baik mu ada di
belahan bumi yang belum pernah engkau
sentuh. Tahan dirimu agar bisa memalingkan segala yang membelenggu selama
engkau menghirup udara gratis ini. Ingatah
perjalanan mu masih membentang disegala sisi. Kubur rasa inginmu
dalam-dalam supaya engkau cepat bangkit dan mulai kembali berbenah diri dari
hantaman keras yang sudah menabrak dan merobohkan sebagian jiwamu.
Bangunlah
dan tata lagi jiwamu yang sudah hampir hancur. Berbenahlah kembali jangan biarkan
dirimu kalah oleh ego yang selalu
menghantuimu untuk berhenti dan kembali ke dirimu yang dulu. Bukankah
engkau hidup di masa ini. Melangkahlah
kedepan jangan sesekali engkau takut menghadapi kenyataan.
Tetaplah
engkau seperti apa yang telah engkau rasakan sekarang. Mungkin agak berat rasa
yang engkau alami, namun bukankah engkau dilahirkan untuk ini. Janganlah sesekali melihat
kebelakang teruslah melangkah maju lupakan semua yang berlalu.
Biarkan semuanya mengalir yang akan terus pergi hingga arah yang telah ditakdirkan untuk berhenti. Dan jangan lupa sebelum bersabar lebih baik mebiasakan sadar. Percayalah engkau akan baik-baik saja.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar