Tidak ada yang bisa menyalahkan tentang semua
yang telah terjadi. Karena konsep kebetulan itu tidak pernah benar-benar ada. Bukan
kah semua nya sudah tertulis dengan rapi tanpa ada kesalahan. Lalu mengapa kita
harus saling menyalahkan atau menyesali sesuatu yang memang menjadi bagian dari
hidup kita.
Kesalahan yang dilakukan bukan lah menjadi aib
bagi pelakunya. Bukan kah itu menandakan bahwa dia benar-benar manusia yang
telah menyandang titel salah dan pelupa sejak dahulu kala. Jadi tidaklah itu
menjadikan beban yang perlu dipikul melainkan hanya sebagai pengingat agar kita
tidak masuk lagi kedalam jurang yang sama.
Memang berhati-hati adalah jalan tengah dari mencegah
sesuatu yang tidak dinginkan terjadi. Maka dari itu dalam segala hal baik kita harus benar-benar teliti, termasuk dalam urusan mencintai sesuatu. baik itu
materi maupun non-materi. Karena ada banyak hal di dunia ini yang kita cintai
namun tidak pernah bisa kita miliki. Iya, kita
hanya bisa menikmati nya dari jauh dan tentunya dalam diam.
Puncak tertinggi dari sebuah cinta adalah
ketika kita bisa mengikhlaskan. Karena dalam sebuah cinta ada satu hal yang
pasti terjadi yaitu meninggalkan atau ditinggalkan. Oleh karena itu kita tidak
bisa berharap lebih terhadap sesuatu. Dan harus juga menyadarkan diri bahwa
tidak ada yang abadi kecuali yang
menciptakan keabadian itu sendiri.
Jadi kita harus membiasakan diri bahwa memang
dunia bukan lah tempat yang benar-benar adil untuk mencari keadilan apalagi
untuk sekedar hidup. Kita tidak bisa membantah hak preogratif tuhan dalam
kebelangsungan semesta ini. Sekali lagi karena semua ini telah ada jalan nya
masing-masing. Lalu kita dituntut untuk melewati jalan tersebut hingga garis
finish.
Tidak gampang akan tetapi tidak ada salahnya
bukan berusaha semaksimal mungkin untuk melaluinya. Mengenai hasil biarlah itu
menjadi rahasia semesta. Rahasia yang nantinya akan membuat kita menjadi orang
yang lebih baik lagi dalam menentukan segala sesuatu. Maka dari itu bertahan
lah dan kita akan menikmati hasil yang kita harapkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar