Minggu, 25 Oktober 2020

Your Sweet Smile is My Best Crying

 Your sweet smile is my best crying

Begitu aku menyebutnya. Agak membingungkan memang bagi mereka yang belum pernah merasakan atau belum pernah berada diposisi tersebut. Kalimat yang mungkin juga terdengar ambigu, sulit untuk diresap lalu dicerna oleh otak.

Dulu ketika aku mendengar kalimat itu sontak pikiranku bekerja keras untuk memaknai  nya. Hingga tiba saat nya aku tidak memperdulikan hal itu. Kemudian aku buang jauh-jauh kalimat  itu sampai tak lagi menyelimuti benakku.

Namun entah mengapa akhir-akhir ini kalimat itu datang kembali menghantui dan membuat otakku terbuka bahwa itulah kalimat yang dulu engkau abaikan karena otakmu yang tak sampai untuk menafsirkan. 

Iya arti dari kalimat itu adalah suatu kondisi yang sedang engkau alami sekarang. Dimana engkau hanya bisa menilik dari nun jauh tanpa bisa melihat secara jelas. Hanya secercah cahaya saja yang mampu engkau pandang selebihnya hanya ilusi belaka. Engkau tak bisa mendekat lagi sejengkal pun karena itu akan membuat mu terpental jauh dan akan kehilangan dia seutuhnya. Iya engkau dituntut untuk hanya cukup berdiam ditempat dan menyaksikan dari kejauhan lalu pergi dan tidak boleh lebih dari itu.

Tuhan tau kok bahwa engkau sedang berada di posisi yang engkau sendiri tidak mau berada disitu. Berat memang untuk hanya sekedar melintasi jalan itu. Tapi bukankah engkau pernah melewati fase yang lebih kejam dari ini. Dan dengan sekuat tenaga engkau bisa melewati sampai akhir. 

Tenangkan lah dirimu percayalah semua nya akan terlewati yang perlu engkau lakukan adalah sedikit usaha untuk meyakinkan hatimu agar semua nya kembali berdamai termasuk otakmu yang selalu membentak agak menerobos kegelapan tanpa setitik cahaya.

Ingatlah esok masih ada hari untuk engkau perangi. 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mari Berdamai

Sebagai manusia pada umumnya. Tentu masalah akan selalu menerpa dengan sekuat yang ia mampu. Tidak lain tujuannya adalah untuk merasuki jiwa...